• 0815-1959-2939
  • 100koperasibesar@gmail.com
Sleek & Beautiful

SAMBUTAN

Sleek & Beautiful

Mengurangi Kesenjangan Ekonomi Ditengah Masyarakat

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan karunia, nikmat sehat jasmani dan rohani, sehingga telah dapat diterbitkannya “Buku Koperasi Besar Indonesia Tahun 2017”. Gerakan Koperasi Indonesia kini sudah memasuki usia ke 70 tahun sejak pertama kali didirikannya Sentral Organisasi Koperasi Republik Indonesia pada 12 Juli 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam perjalanan tujuh dasa warsa, perkembangan usaha koperasi mengalami pasang surut yang melingkupinya. (Menkop dan UKM, AAGN Puspayoga)

Sleek & Beautiful

Koperasi Besar Sebagai Keniscayaan

Selama ini orang awam mengenal koperasi di tanah air semata sebagai entitas bisnis kecil-kecilan. Seperti simpan pinjam dalam skala mikro dan atau usaha warung kelontong atau semacam usaha kantin kecil-kecilan di pojok kantor. Persepsi mengenai koperasi yang terbentuk sebagai urusan bisnis kecil-kecilan membuat masyarakat terutama anak-anak muda menganggap bisnis koperasi bukan sebagai hal menarik sebagai alternatif berbisnis dan bahkan terkesan kuno. (Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis, Suroto)

Sleek & Beautiful

Potret Koperasi Besar di Era Inovasi Disruptif

Ketika gagasan menulis buku ini muncul pada tahun 2007, kepercayaan terhadap koperasi sebagai entitas bisnis tengah melewati titik nadir alias sulit tertolong. Semakin sulit publik percaya bahwa koperasi dapat bangkit menjadi salah satu pemain ekonomi yang disegani di negeri ini. Kini, satu dasa warsa berselang, di tengah era letupan inovasi yang menggerus para pemain bisnis ekonomi konvensional, asumsi miring itu ternyata tak sepenuhnya benar. (Pemimpin Umum Redaksi Majalah Peluang, Irsyad Muchtar)

TENTANG

Setelah SUKSES dengan buku 100 Koperasi Besar Indonesia Tahun 2012 dan 100 Koperasi Besar Indonesia Tahun 2015, Kini kami hadirkan kembali buku 100 Koperasi Besar Indonesia Tahun 2017 dan tetap dengan tampilan 2 bahasa Indonesia dan Inggris. Penulisan buku ini mengacu pada tiga pemikiran. Pertama memberikan peta perkembangan terbaru koperasi Indonesia sebagai salah satu penggerak perekonomian. Sebagai sebuah peta, buku ini menyajikan data-data kuantitatif dan kualitatif koperasi besar. Ini penting untuk mengubah persepsi masyarakat tentang koperasi yang selama ini hanya dinilai sebagai lembaga ekonomi recehan. Realitasnya, koperasi berperan aktif dalam inklusi dan pembangunan sosial ekonomi hingga ketingkat akar rumput. Kedua, sebagai motivasi untuk mendorong koperasi Indonesia agar tidak jago kandang, tetapi juga berbicara banyak ditingkat global. Hampir banyak koperasi besar dalam buku ini yang bertekad mengukir nama dideretan 300 koperasi besar dunia versi Aliansi Koperasi International (International Co-operative Alliance). Ketiga sebagai refleksi sejauh mana keterlibatan otoritas perkoperasian dan pemangku kepentingan lainnya dalam memajukan usaha koperasi yang tersebar hingga kepelosok Nusantara.

BLOG

November 14, 2015 No Comments

Koperasi Simpan Pinjam, Sejatinya Bank rakyat

Adakah aktivitas utama koperasi yang tidak berinduk pada usaha simpan pinjam? Pertanyaan ini menjadi sangat penting guna menegas ulang  koperasi sebagai entitas bisnis yang sarat dengan kalkulasi ekonomi. Bahwa dikatakan, koperasi sebagai kumpulan orang tentunya disertai dengan ide-ide besar yang bermuara pada pemupukan modal. Tanpa mengedepankan aspek permodalan, dan manajemen  maka sebuah koperasi tak ubahnya […]

November 14, 2015 No Comments

Koperasi Kredit, Mengayuh di Tengah Sejarah

Diambil dari bahasa Latin “credere” yang artinya percaya dan “union/unus” berarti kumpulan, “credit union” bermakna kumpulan orang yang saling percaya. Dalam suatu ikatan pemersatu, mereka sepakat menabungkan uang mereka sehingga menciptakan modal-bersama untuk dipinjamkan kepada anggota dengan tujuan produktif dan kesejahteraan. Dalam mendanai pinjaman, Credit Union (CU) lebih mengandalkan simpanan tabungan dan saham para anggota […]

November 14, 2015 No Comments

Baitul Mal wa Tamwil, Untung Duniawi Tanpa Kerugian Ukhrowi

Munculnya Baitul Mal wa Tamwil (BMT) sangat berkaitan dengan kehadiran Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada 1991. Sebagai bank yang mengejawantahkan prinsip-prinsip syariah, penetrasi BMI di tengah persaingannya dengan bank-bank konvensional jelas sangat terbatas. Khususnya dalam menjangkau luasnya sebaran usaha-usaha kecil dan menengah. Dalam kaitan ini, kecepatan tumbuh lembaga keuangan mikro BMT nyatanya jauh lebih progresif, […]